Pertemuan singkat yang Bermakna
Di dunia ini ada dua misteri yang tidak bisa ditebak oleh manusia. Ya, pertemuan dan perpisahan. Kita tidak dapat memilih dengan siapa kita akan dipertemukan. Karena hakekatnya itu adalah bagian dari sebuah takdir dan perjalanan hidup kita. Aku pun percaya setiap orang yang dihadirkan dalam hidup kita entah sebagai teman, kawan, sahabat, lawan, ataupun sekedar "Say hello" pun pasti mempunyai tujuan sendiri yang mungkin akan membuat cerita dalam hidup kita berwarna. Pada cerita ini, aku akan menceritakan tentang salah satu teman, kawan, sekaligus sahabat. Namanya Nina Munazilla boleh dipanggil Nina Bobo adiknya giant, Hahaha…
Kami bertemu karena ada makul KKN. Ya, makul tersebut mempertemukan antara mahasiswa prodi FKIP. Entah bagaimana awalnya bisa akrab, mungkin karena 1 bulan setengah lebih bersama dari mulai proker yang menuntut semua anggota untuk akrab. Setelah KKN selesai, aku pun menjadi lebih akrab. Ya, hampir tak kenal waktu kami menghabiskan waktu untuk sekedar makan, hangout, muter-muter nggak jelas. Karena hal itu kami lakukan untuk melepas penat dan kejenuhan karena skripsi. Ya, ketika itu kami disibukkan dengan skripsi masing-masing. Temanku ini adalah teman yang baik, dan yang paling penting hobi makannnnnnnn. Entah berapa makanan yang kami santap, dan warung makan yang kami sambangi. Dan yang paling selalu diinget sebelum cari makan pastilah muter-muter nggak jelas padahal ujung-ujungnya yang dimakan juga yang dilewatin tadi. Hahahaha….☺ Berikut foto-foto hangout kami sekaligus masa-masa terakhir menjadi mahasiswa...

(Dari kiri: Aku, Nina)
Btw, ini ekspresi nungguin hujan reda sekaligus laper. Kayaknya ini waktu hujan deres banget dan nggak ada makanan yang dimakan ☺
10 menit kemudian.....
Jeng...jeng...jeng.....

Mampir makan guys Alhamdulillah. Setelah menahan lapar sekian lama.
18 Februari 2019
Sebenarnya waktu ini masih waktunya KKN. Tapi berhubung juga KRS’an dan KHS aku dibawa oleh temanku, jadi aku ambil ke Solo deh. Ya, kedua kalinya aku meninggalkan posko. Ya, hitung-hitung sambal melepas penat.

(17 Maret 2019: Makan Nasi Liwet Yu Sani. Ini makan paling lama. Ya, lama muter-muternya 1 jam lebih kayaknya)

(29 April 2019: Mampir Gacoan lagi tapi yang ada di Solo Baru. Sepertinya ini H-1 Nina sidang guys. Mantap kan, yang lain belajar kita cari makan nan jauh disana. Hehehe)

(3 Mei 2019: Nina sidang. Alhamdulillah. Fyi: yang paling kiri itu namanya Listyowati. Nanti aku ceritain di postingan selanjutnya. Hehehe)

(29 Juni 2019: Alhamdulillah sudah wisuda)
Ya, hari itu adalah hari terakhir kami bertemu di Solo. Karena kawanku akan melanjutkan pendidikannya di Semarang. Itu artinya, kami pun akan terpisah. Ya, entah kapanlagi kami akan bertemu. Ya, semoga saja di lain waktu. Sedih? Tentu. Karena perasaan baru kemarin kami ngedan bareng, haha-hihi, dan sekarang pergi untuk mengejar mimpinya masing-masing. Seperti pertemuan, kita pun tidak dapat menahan perpisahan. Ya, karena itu adalah sebuah kepastian. Mau tidak mau, suka tidak suka semua makhluk yang hidup akan mengalaminya. Toh, karena pada dasarnya dunia hanyalah tempat persinggahan. Untuk teman, kawan, sahabatku terima kasih telah menjadi bagian dari lembar cerita garis kehidupanku. Mewarnai segala cerita sedih ataupun senang. Banyak sekali cerita yang mungkin tak dapat aku ceritakan disini karena terlalu banyak cerita-cerita yang mungkin tidak akan habis dirangkai oleh kata-kata. Semangat mengejar mimpi masing-masing. Kapan-kapan lagi kita bertemu, InsyaAllah. ☺







Tidak ada komentar:
Posting Komentar